Tampilkan postingan dengan label bepe20. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bepe20. Tampilkan semua postingan

Minggu, 21 Desember 2014

@bepe20 : #kam17akmania

Musim 1999 saat pertama kali saya melakukan debut bersama squad Macan Kemayoran melawan PSDS Deli Serdang, jumlah The Jakmania yang hadir mungkin baru berkisar antara seribu, atau maksimal dua ribuan saja. Jumlah yang ketika itu hanya mampu mengisi sektor kanan dari tribun timur Stadion Lebak Bulus, markas Persija Jakarta.

Namun seiring dengan berjalannya waktu, saat ini di hari jadi mereka yang ke tujuh belas ini jumlah The Jakmania baik yang secara resmi terdaftar, maupun yang hanya tercatat sebagai simpatisan telah mencapai angka puluhan hingga ratusan ribu banyaknya. Jumlah tersebut tersebar diseluruh penjuru tanah air, atau bahkan berada di belahan dunia yang lain.

Kemarin tanggal 21 Desember 2014, saya berkesempatan hadir dalam perayaan ulang tahun mereka di Stadion Lebak Bulus. Bersama menejemen dan squad Persija Jakarta yang baru saja terbentuk untuk menyongsong musim baru 2015, kami turut merasakan kegembiraan, fanatisme, dan antusiasme mereka.

Sebuah aura yang selaras dengan slogan tim Macan Kemayoran untuk musim mendatang. Persija Jakarta sendiri secara resmi telah mencanangkan musim 2015 yang akan datang sebagai, "Saatnya Mengembalikan Kejayaan".

Sebuah slogan yang secara langsung maupun tidak langsung menuntut semua komponen yang terkait di dalam keluarga besar Persija Jakarta, untuk bekerja lebih keras di bidangnya masing-masing, agar tekat untuk mengembalikan kejayaan tersebut dapat menjadi kenyataan.

Persija Jakarta adalah sebuah brand, sebuahbrand dimana didalamnya terdapat tiga komponen penting yang saling berkaitan erat antara satu dengan yang lainnya. Tiga komponen yang harus bekerja keras menjalankan tugas, dan kinerja nya masing-masing, agar brand bernama Persija Jakarta tersebut dapat kembali berkibar. Tiga komponen tersebut adalah pemain/pelatih, menejemen, dan juga suporter.

Tugas pemain adalah menjaga citra dan nama baik Persija Jakarta diatas lapangan. Dengan apa.? dengan bekerja keras dalam setiap latihan maupun pertandingan, sehingga dapat membawa posisi Persija Jakarta setinggi mungkin di tabel klasemen.

Sedang tugas menejemen adalah menjaga citra dan nama baik Persija Jakarta dari balik meja. Dengan apa,? dengan bekerja keras memperbaiki sistem serta bekerja secara profesional, agar dapat memastikan semua yang telah direncanakan dapat berjalan dengan baik, dan sebagaimana mestinya.

Dan yang terakhir tugas suporter adalah menjaga citra dan nama baik Persija Jakarta diluar lapangan. Dengan apa.? dengan berperilaku sopan, dan simpatik baik di dalam maupun diluar stadion. Menjadi suporter yang fanatis namun tetap menaati aturan-aturan yang berlaku, serta menjauhi hal-hal yang sifatnya anarkis.

Persija Jakarta adalah klub tersukses dalam sejarah persepakbolaan di negeri ini. Sepuluh gelar juara liga Indonesia, dan tidak pernah merasakan turun dari kasta tertinggi kompetisi di Republik ini, jelas menjadi sebuah prestasi yang tidak dapat dipandang sebelah mata.

Empat belas tahun yang lalu adalah kali terakhir kita merasakan nikmatnya merengkuh gelar juara liga. Sebuah penantian yang tidak dapat dikatakan sebentar. Kita semua tentu ingin kembali menggenggam gelar tersebut, dan merayakannya bersama seluruh masyarakat ibukota.

Dengan kerja keras, dan komitmen dari tiga komponen yang saya sebut diatas tadi, dan dengan ijin Allah SWT tentunya, maka keinginan untuk mengembalikan kejayaan Macan Kemayoran tersebut akan dapat terwujud.

Apa yang terjadi selama empat belas tahun penantian ini memang tidak selamanya menyenangkan, akan tetapi hal tersebut jangan pernah membuat kita putus harapan untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Seperti yang sering kali saya sampaikan dalam banyak kesempatan, karena dengan berhenti berusaha maka kita tidak lebih baik dari seorang pengecut.

Selamat ulang tahun yang ke tujuh belas untuk seluruh The Jakmania dimanapun kalian berada. Semoga panjang umur, tetap sehat, tetap semangat, tetap kritis, dan semakin solid dalam mendukung perjuangan Persija Jakarta.

"Jadilah suporter yang fanatis, loyal, dan militan namun juga menggunakan akal yang sehat. Karena tidak ada satu kemenangan pun yang sebanding dengan nilai dari sebuah nyawa."

Bersiaplah untuk menjalani musim yang baru bersama kami. Dengan tekat dan semangat yang baru, kita memeriahkan kembali Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Mari berteriak dengan lantang #GuePersija ..!!!,#Kam17akmania ..!!!, dan sekarang adalah #SaatnyaMengembalikanKejayaan .!!!

Rabu, 10 September 2014

Pengalaman Bambang Pamungkas saat membawa Obor Olimpiade 2012 lalu di Inggris


Saat menulis menulis artikel ini, saya tengah berada di dalam pesawat Emirates Airlines dengan nomor penerbangan EK 0010 yang akan membawa saya dari Gatwick, London, menuju Dubai. Saat ini saya tengah dalam perjalanan pulang, dari rangkaian acara pawai obor api Olimpiade London 2012, di Manchester, Inggris.

 

Di kursi sebelah, manajer saya, Muly Munial, tengah tertidur dengan sangat khusyuknya. Waktu di jam tangan saya menunjukkan pukul 01:37 pagi, dan kondisi penerangan di kabin pesawat ini pun sudah mulai digelapkan. Namun demikian masih telihat beberapa penumpang yang masih terjaga, dan tengah asik menikmati layanan hiburan yang disediakan oleh maskapai ini.

 

Seperti yang sering kali saya sampaikan, saya memiliki masalah susah tidur jika berada dalam perjalanan panjang menggunakan pesawat udara. Biasanya saya akan menghabiskan waktu dengan menonton film, atau menulis. Sayangnya hampir semua film yang ada dalam penerbangan ini, sudah pernah saya tonton sebelumnya. Maka menulis adalah pilihan terbaik untuk saat ini, setidaknya sampai rasa kantuk datang menghampiri.

 

Ditemani lagu-lagu dari album Mylo Cyloto milik grup band asal Inggris, Coldplay, saya pun mulai merangkai kata untuk artikel ini. Apa yang ingin saya tulis adalah pengalaman saat berlari membawa obor api Olimpiade, yang baru saja saya jalani.

 

Samsung Olympic Torc Relay, adalah sebuah event pawai obor api Olimpiade yang diprakarsai oleh Samsung Electronics sebagai sponsor utama. Saya sendiri hadir di sana, menjadi salah satu dari 8.000 orang dari seluruh dunia yang mendapat kehormatan untuk berlari membawa obor Olimpiade mengelilingi Ingris Raya.

 

Obor olimpiade sendiri melambangkan sebuah persahabatan, persatuan dan juga perdamaian. Oleh karena itu, dalam seluruh rangkaian acara pawai obor ini dilakukan dengan penuh semangat dan suka cita.

 

Semua orang yang terlibat dalam event ini mulai dari panitia, para pelari, sukarelawan, hingga masyarakat yang memenuhi bahu jalan sepanjang rute pawai obor ini, terlihat begitu gembira dan penuh rasa bangga. Sejalan dengan tagline dari pawai obor api Olimpiade London 2012 itu sendiri, yaitu Moment to Shine.

 

Api Olimpiade London 2012 dinyalakan untuk pertama kali di reruntuhan Kuil Hera. Di situs Olympia kuno, Yunani, pada 10 Mei 2012. Api diambil dari tempat yang dibangun untuk memperingati, pencurian api dari dewa Yunani Zeus oleh Prometeus, yang berasal dari Yunani kuno.

 

Obor api Olimpiade sendiri tiba di pangkalan angkatan udara Inggris Culdrose, Cornwall, dengan pesawat khusus dari Athena, pada 18 Mei 2012. Setelah sebelumnya diarak selama delapan hari, di negeri para dewa tersebut. Setelah itu akan kembali diarak selama 70 hari ke depan, mengelilingi daratan Inggris Raya.

 

Selain 8.000 pelari, arak-arakan obor api Olimpiade ini juga akan melibatkan konvoi kerdaraan. Beberapa di antaranya adalah perahu cepat, kapal, sepeda, motor, trem, dan juga kereta api. Pawai ini akan melewati seribu perkotaan dan pedesaan di Inggris, dengan total rute sepanjang 12.875 kilo meter.

 

Atlet layar Inggris Sir Ben Ainslie peraih medali emas Olimpiade selama tiga kali, menjadi pelari pertama yang mengawali pawai obor api Olimpiade London 2012 ini. Samsung Olympic Torch Relay sendiri akan berakhir di hari pembukaan pada 27 Juli 2012 di Olympic Stadium, London.

 

Beberapa nama terkenal lain di dunia yang terlibat dalam pawai ini di antaranya adalah Lewis Hamilton (pebalap F1), Sir Bobby Charlton (sepak bola), Will.I.Am (penyanyi), Paul Collingwood (kriket), Lee Seung Gi (aktor), Fauja Singh (pelari marathon tertua yakni 101 tahun), Sir Steve Redgrave (dayung), Amitabh Bachchan (aktor), Didier Drogba (sepak bola), Jamie Oliver (chef), Rupert Grint (aktor), John Legend (penyanyi), David Beckham (sepak bola), dan masih banyak lagi.

 

Perwakilan dari Indonesia sendiri terdiri dari Stephanie Handojo penyandang tunagrahita peraih medali emas Special Olympics, Sandiaga Uno mewakili kalangan pengusaha, dan penggagas kegiatan sosial Berlari Untuk Berbagi, Wanda Hamidah dari kalangan politisi, sekaligus pendiri yayasan sosial Jakarta Bergerak, Ika Trifisusanti dari kalangan mahasiswa, yang juga aktivis perlindungan kaum perempuan, serta saya sendiri Bambang Pamungkas.

 

Saya mendapat kehormatan tersebut mewakili profesi atlet di Indonesia, khususnya sepak bola. Selain itu keterlibatan saya dalam beberapa kegiatan sosial, seperti dengan Yayasan Syair Untuk Sahabat (HIV/AIDS anak), Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia (Kanker anak), dan sebagai sahabat GNOTA (Orang Tua Asuh) juga menjadi salah satu pertimbangannya.

 

Saya berlari pada hari Minggu, 26 Juni 2012, atau di hari ke-37 sejak "Samsung Olympic Torch Relay" dimulai. Menggunakan nomor urut peserta 0861, saya berlari pada jam 12:28 waktu setempat melistasi Brighouse, West Yorkshire, Manchester. Rute pada hari ke-37 tersebut berawal dari Salford, dan berakhir di Leeds.

 

Rombongan kendaraan yang mengiringi proses pelaksanaan Samsung Olympic Torch Relay sendiri cukup panjang. Setidaknya terdapat iring-iringan 10 mobil secara bersamaan. Empat buah kendaraan akan berjalan di depan pelari yaitu mobil keamanan pembuka jalan. Bus pengangkut para pembawa obor yang belum berlari. Bus dengan atap terbuka yang berisi para cheerleaders. Serta mobil dokumentasi dari stasion televisi BBC.

 

Di belakang pembawa obor yang tengah berlari, terdapat enam mobil lagi. Terdiri dari satu lagi mobil keamanan, sebuah bus yang memuat para tamu undangan, satu lagi bus dengan atap terbuka yang berisi cheerleaders, sebuah bus yang akan mengangkut pembawa obor setelah selesai berlari, mobil kesehatan, dan diakhiri dengan satu lagi mobil pengamanan.

 

Hal yang unik saat pembawa obor berlari. Melalui pengeras suara, seorang MC yang berada di mobil dokumentasi BBC, akan memperkenalkan orang yang tengah berlari kepada masyarakat yang memenuhi bahu jalan. Ia akan menceritakan secara singkat siapa dan berasal dari mana pelari yang tengah membawa obor tersebut.

 

Hal tersebut membuat masyarakat akan mengenal siapa, berasal dari mana, dan latar belakang si pelari. Selama proses berlari, masyarakat yang antusias tersebut akan berteriak menyemangati dengan menyebut nama, serta asal negara si pelari.

 

Saat saya tengah berlari membawa obor, MC tersebut mendiskripsikan diri saya dengan sebagai berikut:

 

"Di Indonesia orang yang sedang berlari ini adalah legenda sepak bola Indonesia. Bambang Pamungkas atau "Bepe" bermain untuk Persija Jakarta, dan tim nasional Indonesia. Kami diberitahu jika sundulannya hebat, tapi untuk tugas sekarang ini hanya membutuhkan tangan dan kaki Bambang.”

 

Saat saya berlari, Mas Muly turut berlari di sisi jalan di depan saya. Ia berlari sambil mencoba mengabadikan momen saya berlari, dengan kamera handphone. Menjadi lucu, mengingat jalan yang saya lewati saat membawa obor agak sedikit menanjak. Hal tersebut membuat ia kewalahan, dan terengah-engah karena harus mengimbangi kecepatan lari rombongan pembawa obor hahahaha.

 

Menjadi salah satu dari delapan ribu orang yang terpilih dari seluruh dunia, untuk membawa lari obor api Olimpiade, sudah pasti menjadi sesuatu yang sangat membanggakan. Apalagi dapat berkumpul dan bertukar wawasan dengan sosok-sosok inspirasional dari berbagai macam profesi dari seluruh dunia, sungguh menjadi momen yang sangat berharga dalam hidup saya.

 

Belum lagi melihat bagaimana panitia menjalankan susunan acara demi acara dalam pawai ini. Sangat luar biasa, sangat terorganisis, tepat waktu, serta begitu rapi. Bagaimana rasa persahabatan, persatuan, dan perdamaian yang menjadi semangat Olimpiade, diejawantahkan dengan begitu baik dalam acara ini.

 

Begitulah bagaimana seharusnya olahraga memainkan sebuah peranan dalam kehidupan sosial umat manusia. Sebagai media untuk menjalin persahabatan, serta alat pemersatu, sehingga semangat perdamaian dapat menjalar ke seantero penjuru bumi.

Senin, 08 September 2014

Tulisan Bepe20

Sore hari sepulang melakukan kegiatan untuk sebuah produk bersama Firman Utina, Andik Vermansah, dan Ahmad Bustomi saya menyempatkan diri untuk menikmati secangkir kopi hitam di teras belakang rumah. 

Mengapa kopi, dan bukan teh seperti biasanya? ialah kesibukan saya sejak pagi hari yang lumayan padat dan melelahkan, sehingga membuat saya merasa butuh sesuatu yang lebih kuat dari hanya sekedar teh panas tanpa gula.

Kemarin (5 September 2014) di pertandingan terakhir penyisihan group wilayah barat, Pelita Bandung Raya berhasil mengandas perlawanan tuan rumah Persita Tangerang, dengan skor 3:1 di Stadion Singaperbangsa Karawang.

Kemenangan tersebut membuat PBR naik ke peringkat 4, sekaligus mengunci satu tiket ke 8 besar dengan menggeser Persija Jakarta, yang pada akhirnya harus puas mengakhiri kompetisi musim ini di peringkat ke 5 wilayah barat.

Setelah pertandingan banyak sekali pertanyaan yang ditujukan kepada saya. Pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan keberhasilan PBR lolos ke 8 besar, dan juga kegagalan Persija Jakarta untuk melaju ke babak berikutnya.

Dibawah ini saya ingin menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, dan coba merangkumnya menjadi sebuah interview. Semoga apa yang tersaji dibawah ini dapat mewakili, dan menjawab semua pertanyaan yang rekan-rekan tujukan kepada saya.

 

1. Selamat akhirnya Pelita Bandung Raya lolos ke babak 8 besar.

# Alhamdulillah. Terima kasih.

2. Banyak pihak terkejut dengan lolosnya Pelita Bandung Raya, bisa diceritakan bagaimana perjalanannya hingga akhirnya bisa ke babak selanjutnya?

# Bagi kebanyakan orang mungkin ini kejutan, tapi bagi kami saya pikir tidak, karena kami tahu betul kapasitas kami, dan apa yang mampu kami capai sebagai sebuah tim.

PBR adalah tim baru yang sebagian besar diisi para pemain muda. Kami selalu memposisikan diri sebagai underdog, setiap pertandingan adalah besar, hal tersebut membuat kami selalu dapat bermain lepas, dan mengeluarkan kemampuan terbaik.

3. Start musim yang kurang mulus dari seorang Bepe, tapi setelah membuat gol di GBK ke gawang Persija, Anda melaju dengan gol-gol lainnya. Punya alasannya?

# Di awal musim saya memiliki masalah dengan kebugaran. Tidak dapat dimungkiri, sempat istirahat selama satu musim membuat kondisi saya tidak fit dan rawan cedera. Butuh kerja sangat keras untuk kembali ke level yang seharusnya.

4. Dari sembilan gol yang Anda cetak di penyisihan wilayah barat, tiga diantaranya merobek gawang Andritany (Persija). Apa artinya bagi Anda?

# Bambang Pamungkas adalah seorang pemain yang hidup dari mencetak gol. Dan akan terus berusaha sekuat tenaga untuk melakukannya. Di tim manapun ia bermain, dan melawan siapapun.

Jika gol itu bersarang ke tim yang telah membesarkan nama saya, maka hal itu hanya wujud dari sebuah loyalitas dan totalitas saya terhadap profesi saya. Tidak lebih dan tidak kurang.

5. Persija, tim yang pernah Anda bela belasan tahun dan selalu ada di hati Anda, kini telah tersisih. Secara langsung atau tidak, gol-gol Anda membuat Persija tersingkir. Komentar Anda?

# Keluarnya Persija Jakarta dari jajaran klub papan atas musim ini jelas sangat menyakitkan. Hal tersebut tentu meninggalkan luka mendalam bagi Persija Jakarta dan The Jakmania. Dan untuk itu saya turut ber-empati.

Namun jika gol-gol saya bagi Pelita Bandung Raya dianggap menjadi faktor penyebab tersingkirnya mereka, maka saya pikir penilaian tersebut salah kaprah.

6. Faktanya tidak sedikit pendukung Persija Jakarta yang berpikir jika Anda adalah aktor utama yang telah menyingkirkan Persija Jakarta, dan oleh karena itu mereka menganggap Anda sebagai penghianat. Tanggapan Anda?

# Begini, saya adalah pemain Pelita Bandung Raya. Memberikan kemampuan terbaik saya kepada klub adalah kewajiban saya. Dan apapun hasil yang diperoleh Pelita Bandung Raya adalah menjadi tanggung jawab seluruh komponen di dalam tim, termasuk juga saya.

Seharusnya demikian juga dengan Persija Jakarta, hasil yang mereka raih menjadi tanggung jawab seluruh komponen didalam tim. Kesalahan terbesar mereka adalah terlalu banyak membuang poin di kandang, terutama di tiga laga home terakhir.

Namun pada akhirnya, sudut pandang pemain dan suporter dalam beberapa hal memang berbeda.

7. Artinya?

# Artinya, koreksi itu sebaiknya dilakukan kedalam, bukan keluar. Karena mereka yang terbiasa menyalahkan keadaan atau orang lain, tidak akan pernah belajar.

8. Anda rela vakum 1 musim dari kompetisi karena memperjuangkan sebuah kebenaran yang Anda yakini. Sekarang Anda telah kembali dengan seragam tim berbeda dan langsung lolos putaran final. Apakah Anda ingin katakan ini buah dari pengorbanan atau pembuktian dari kebenaran itu?

# Tidak juga dapat dikatakan demikian, perjuangan saya diluar dan didalam lapangan adalah dua hal yang berbeda. Diluar saya berjuang atas nama seluruh pemain profesional di Indonesia. Sedang di dalam saya berjuang untuk diri sendiri, orang-orang yang saya cintai, dan klub yang saya bela. Jadi saya pikir esensi dan tujuannya berbeda.

Namun saya tidak memungkiri jika dalam hidup tidak ada pengorbanan yang sia-sia, demikian sejarah selalu mencatatnya.

9. Pesan apa yang ingin Anda bagi kepada publik tentang surut-pasang seorang Bepe dalam kurun 2 thn terakhir?

# Saya persilakan kepada masyarakat untuk menilai sendiri, dan saya akan menerimanya dengan lapang dada, apapun itu. Toh pada akhirnya saya tetap memegang prinsip saya, bahwa siapapun berhak untuk menilai diri saya, namun mereka tidak berhak untuk mengatur jalan hidup saya.

10. Anda sukses mengantar PBR ke 8 Besar. Pernah terbayangkan sebelumnya?

# Saya adalah pribadi yang selalu berusaha untuk berpikir positif, percaya diri, dan optimis. Musim ini Pelita Bandung Raya dibangun diatas pondasi yang kuat, dan benar. Kali pertama menginjakkan kaki di Pusdikajen Lembang (Markas PBR), saya percaya bahwa tim ini akan memberikan warna tersendiri di persepakbolaan Indonesia musim ini. Dan itu dibuktikan dengan lolos ke 8 besar.

11. Selanjutnya bagaimana peluang di 8 Besar?

# Tim ini diisi dengan begitu banyak pemain muda, pemain-pemain yang memiliki motivasi tinggi, mau bekerja keras, serta yang paling penting adalah keinginan untuk terus belajar.

Semangat tersebut membuat mereka selalu lepas dalam bermain dan tidak gentar melawan siapapun. Mengenai hasil, kita lihat saja nanti. Satu yang pasti, setiap partai di babak 8 besar akan menjadi pembelajaran yang sangat berharga bagi masa depan karir mereka.

12. Anda selalu memakai ban kapten berwarna oranye, meski Anda sudah tak lagi bersama Persija. Apa maksudnya?

# Semua orang tahu jika jiwa saya berwarna oranye, berjibaku mengenakan ornamen berwarna orange (walau hanya sedikit) selalu mampu menaikkan adrenalin saya.

Namun hal tersebut tidak serta-merta membuat saya akan bermain setengah hati ketika harus berhadapan dengan Persija Jakarta. Apa yang tersaji dalam dua pertemuan kami musim ini dapat menjadi bukti, jika saya adalah pribadi yang selalu mengedepankan kewajiban dan tanggung jawab, diatas rasa cinta.

13. Jujur, apakah Anda masih punya keinginan kembali ke Persija suatu saat nanti?

# Persija Jakarta adalah keluarga saya, kembali ke rumah akan selalu menjadi suatu hal yang menyenangkan. Dan apakah suatu saat nanti saya akan kembali kesana? Biarkan waktu yang menjawab.