Tampilkan postingan dengan label supporter. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label supporter. Tampilkan semua postingan

Senin, 29 September 2014

Perombakan Besar Dalam Kubu PERSIJA

Jakarta - Manajemen Persija Jakarta menganggarkan sekitar Rp35 miliar untuk mengarungi kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim 2015. Format kompetisi yang dikembalikan menjadi satu wilayah dengan 20 tim, menjadi salah satu penyebab membengkaknya anggara dana tersebut.

"Kompetisi musim depan akan diikuti 20 tim dan memakai sistem kompetisi penuh. Itu membuat kami harus menyiapkan dana yang tidak sedikit yakni mencapai 35 miliar rupiah," kata Wakil Presiden Persija, Asher Siregar kemarin.

 

Persija total akan menjalani 19 laga tandang dari 28 laga yang dilakoni. Jumlah laga tandang lebih banyak dari musim 2014, di mana Persija sebelumnya menyambangi 10 tim. Sedangkan di laga tandang pada musim 2015 ini kemungkinan tak akan mengenal jarak, berbeda dengan sebelumnya. Musim lalu terjauh hanya ke Banjarmasin untuk menghadapi Barito Putera.

 

Belum lagi lanjut Asher, biaya untuk pengamanan selama semusim, manajemen Persija memperkirakan harus mengeluarkan sekitar 3,8 miliar rupiah."Semakin banyak partai home semakin banyak pula biaya yang harus dikeluarkan. Kecuali kita bisa meraup keuntungan," jelasnya.

 

Menyadari dana yang dianggarkan cukup besar, mau tidak mau manajemen harus mencuri star dan lebih cepat dalam mencari sponsor. "Sejak Persija tidak lolos ke babak delapan besar. Manajemen sudah mulai siap-siap mencari sponsor baru," ulasnya.

 

Beruntung Persija memiliki dukungan suporter yang lebih besar sehingga bisa dijadikan alat tawar untuk sponsor yang akan mendukung Persija."Mudah-mudahan dengan adanya dukungan suporter sponsor lebih tertarik mensponsori Persija," paparnya.

 

Sementara itu tentang pemain-pemain yang dipertahankan manajemen antara lain merekomendasikan  dua nama yakni Kiper Andritany Ardhiyasa dan gelandang Ramdani Lestaluhu.

 

"Saya pikir, kedua pemain itu masih akan bertahan. Keduanya merupakan pemain yang sudah bersama Persija sejak masih muda. Kami akan segera melakukan langkah-langkah setelah Asian Games," pungkas Asher Siregar.

 

Manajemen Persija sendiri hanya akan mempertahankan 25 persen pemain dari skuat musim 2014. Keputusan akhir keluar masuknya pemain kemungkinan jelas Oktober 2014 atau setelah Persija memiliki pelatih baru.

Senin, 08 September 2014

Di Mana Keadilan Untuk Kami?

Pemain senior Persija Jakarta Ismed Sofyan kecewa dengan sanksi Komisi Disiplin PSSI. Larangan tampil bermain ditambah denda administrasi tidak sebanding dengan minimnya hukuman yang diberikan kepada Cristian Gonzales.

Kasus Ismed memang tidak ada hubungannya dengan striker Arema Indonesia, Cristian Gonzales. Keduanya terlibat kasus kedisplinan di lokasi yang berbeda.

Ismed dilarang satu kali pertandingan ditambah denda sebesar Rp. 25 juta akibat menginjak kaki pemain Pelita Bandung Raya, Dias Angga Putera, kamis (14/8/2014).

Sementara Gonzales, yang kedapatan memukul pemain Sriwijaya FC Abdoulaye Maiga saat bentrok dengan Arema, Minggu (28/8), tidak mendapatkan sanksi tambahan. Pemain asal Uruguay itu hanya mendapatkan kartu merah oleh wasit tanpa sanksi tambahan dari Komdis PSSI.

Keputusan tersebut dinilai Ismed sebagai tindakan pilih kasih. Sebab, baik kasusnya maupun Gonzales memiliki substansi yang sama. Yakni, melakukan tindakan tidak terpuji yang dilakukan terhadap pemain lain.

"Saya kecewa dengan Komdis PSSI. Dalam kasus saya tidak ada pemanggilan lebih dulu, hanya ada keputusan sepihak tanpa banding. Sementara Gonzales terbukti memukul pemain lain, dipanggil dulu tapi tidak disanksi sama sekali. Jadi ada apa ini coba?" ungkap Ismed Sofyan.

Ismed meminta Komdis PSSI lebih bijak dalam mengambil keputusan. Apalagi sanksi yang diberikan badan hukum federasi sepak bola
Indonesia itu cenderung merugikan Persija.

"Saya mencari keadilan bukan bicara siapa yang bersalah. Kalau mereka bijaksana, seharusnya memanggil saya juga. Lihat rekaman pertandingan. Mari kita lihat di mana kesalahan saya," tegas pemain 36 tahun itu. 

Minggu, 07 September 2014

Mencoba Untuk Kuat

Berawal dari pagi yang sangat semangat, karna Optimisme yang sangat tinggi dalam pertandingan penentu PERSIJA JAKarta vs Barito Putra dan Pelita Bandung Raya vs Persita Tanggerang.
Rasa percaya menemani langkah ini dari mulai bangun tidur hingga saat ku bekerja.

Namun semua berubah drastis, bagai air yang tengah di masak di suhu yang sangat panas.
Rasa kesal bercampur dengan kesedihan yang takbisa ku bendung hingga berderai setetes demi setetes air mata ini, saat mengetahui Pelita Bandung Raya menang atas tuan rumah Persita Tanggerang.

Sebelumnya ku sudah merasakan hal ganjil ketika Pertandingan penentu seperti ini, tidak dimainkan secara bersamaan.
Ku sempat meluapkan rasa kecurigaan itu terhadap para petinggi-petinggi PSSI yang memang sengaja melakukan permainan, kemedia sosial pribadiku.
Tetapi ku tidak hanya tinggal diam dengan rasa yang membuatku berfikir ganjil ini.
Ku mulai ku mulai mencari tahu keberbagai media Internet untuk mengetahui penyebab perbedaan pertandingan penentu seperti ini.
Setelah ku baca dari berbagai media, ternyata ada beberapa faktor yang membuat pertandingan tersebut tidak dimainkan secara bersamaan.

Sedih terasa saat menyaksikan tim yang selalu ku banggakan (PERSIJA) menang dengan tangan hambar.
Takbisa ku pungkiri dengan semua yang telah terjadi.
Sedih jelas terasa, hingga membuat ku terdiam untuk beberapa detik, karna Pelita Bandung Raya mematahkan langkah MACAN KEMAYORAN untuk melaju ke fase 8 besar.

Namun walau gagal, ku akan tetap mendoakan PERSIJA agar bisa Juara kembali, setelah lebih dari 1 Dekade PERSIJA tanpa gelar juara.
Dan yang terpenting untuku, tak patut untuk menghujat Orang yang telah bekerja keras selama satu musim ini.

Dalam pribadi ku, ku berbisik terhadap batin yang mulai menggelap, berlantunkan suara senyap.

"Sebuah kegagalan bukanlah akhir dari segalanya, semestinya hal ini di jadikan pelajaran dan kajian untuk langkah selanjutnya, agar bisa lebih baik dari sebelumnya".

Karna PERSIJA masih gagal juara untuk musim ini, ku coba untuk kuat dalam kompetisi musim ini, yang ku yakini PERSIJA bisa melangkah mulus untuk berada di atas Podium.
Tapi semua itu hanya sekedar pemikiran saja.

Sabtu, 16 Agustus 2014

Lyric Merseyside - Fild Of GBK

* Ayo macan kemayoran
Serang semua lawan musuh mu
Kami bersama mu
Kami mendukung mu
Jangan ragu majulah PERSIJA ku

Di bawah langit ini
Kami telah berjanji
Kamu takan pernah sendiri

Tak perduli itu berat
Tak perduli itu sakit
Kami di sini untuk mu PERSIJA ku

Back to *

Bermain dengan bangga
Penuh rasa percaya
Demi lambang Monas di dada

Jangan pernah mudah menyerah
Kemenangan di depan mata
Jangan ragu
Majulah PERSIJA ku

Back to *

Kamis, 31 Juli 2014

Prestasi

Nasional prestasi
* tahun 1931, juara perserikatan, sebagai VIJ JAKarta (1)
* tahun 1933, juara perserikatan, sebagai VIJ JAKarta (2)
* tahun 1934, juara perserikatan, sebagai Vij JAKarta (3)
* tahun 1938, juara perserikatan, sebagai VIJ JAKarta (4)
* tahun 1964, juara perserikatan (5)
* tahun 1973, juara perserikatan (6)
* tahun 1975, juara perserikatan bersama PSMS medan (7)
* tahun 1977, juara perserikatan (8)
* tahun 1979, juara perserikatan (9)
* tahun 1990, peringkat 10 perserikatan liga Indonesia
* tahun 1994, peringkat 18 Divisi Utama Wilayah Barat
* tahun 1995, peringkat 13 Divisi Utama Wilayah Barat
* tahun 1996, peringkat 11 wilayah barat
* tahun 1998, Semifinal
* tahun 1999, Semifinal
* tahun 2001, juara Liga Indonesia
* tahun 2002, 8 besar Liga Mandiri
* tahun 2003, peringkat 8 Liga Mandiri
* tahun 2004, peringkat 3 Liga Bank Mandiri
* tahun 2005, Runer-up Liga Indonesia
* tahun 2006, 8 besar Liga Indonesia
* musim 2007-2008, 8 besar Liga Super Indonesia
* musim 2008-2009, peringkat 7 Liga Super Indonesia
* musim 2009-2010, peringkat 5 Liga Super Indonesia
* musim 2010-2011, peringkat 3 Liga Super Indonesia

Piala Indonesia
* tahun 2005, runer-up copa Indonesia
* tahun 2006, peringkat 3 copa Indonesia
* tabun 2007, peringkat 3 copa Indonesia

Internasional
* tahun 2000, Juara Piala Sultan Brunei Darusalam
* tahun 2001, Juara piala champion Asia (sekarang jadi Liga Champion Asia)

Sejarah "merah adalah warna PERSIDJA tempoe doeloe"

Banyak yg mengira orens adalah warna kebanggaan PERSIJA.
Tetapi jauh sebelum orens menjadi bagian dari PERSIJA.
Warna merah lah yg mengiringi perjalanan hidup PERSIJA.
Ya, grnerasi pendukung PERSIJA sekarang hanya mengetahui satu warna yaitu orens, bila kita lihat ketika PERSIJA bertanding, anak muda JAKarta berbondong-bondong pergi bersama ke Stadion Utama Glora Bung Karno dengan memakai semua atribute yg serba orens.

Memang, hal ini terjadi karna PERSIJA pada tahun 1997 merubah identitasnya dari merah sebagai warna Tradisionalnya menjadi orens.
Tidak ada yg tau pasti kenapa PERSIJA merubah warna kebesarannya dari merah menjadi orens, yg telah berpuluh-puluh tahun di pakai oleh para pendahulu mereka.
Banyak yg bilang bahwa warna orens adalah warna kesukaan Bang Yos, tetapi ada juga yg bilang warna orens adalah warna pemda.

Tetapi, ya itu tadi, jauh sebelum orens, PERSIJA bangga dengan warna merahnya.
Karna yg sudah melekat sejak PERSIJA masih bernama Voetballbond Indonesische Jacatra (VIJ) adalah pemberian dari para pendiri perkumpulan ini.
Merah di sebut-sebut sebagai representasi Indonesia, karna sejak dulu Batavia memang di penuhi oleh bermacam-macam suku bangsa.

VIJ sendiri adalah perkumpulan sepakbola yg memang di dirikan oleh para pemuda pribumi, untuk menyaingi perkumpulan sepakbola Batavia yg di dirikan oleh para Belanda.
Yaitu bernama Voetballbond Batavia Omstraken (VBO).
VIJ adalah cerminan perkumpulan Indonesia, pemain-pemainnya bukan hanya terdiri dari orang Betawi, tetapi juga suku lainya.
Pemuda Betawi semacam A.gani, saridi bermain satu tim dengan Rusljaman, Soecipto, Soetarno yg orang jawa pun bermain di dalamnya, begitu juga orang sunda seperti Iskandar yg juga menjadi andalan pembobol gawang lawan.

VIJ bermarkas di lapangan Petojo.
Lapangan ini adalah sumbangan dari pemuda-pemuda Betawi untuk VIJ.
Tokoh Betawi seperti M.Husni Thamrin punya andil besar dalam perkembangan VIJ, terutama atas adanya lapangan Petojo ini.
Dari lapangan ini pula VIJ berlatih hingga menjuarai kompetisi tahun 1933, 1934 dan 1938.

Setelah era kemerdekaan, VIJ merubah namanya menjadi PERSIJA pada tahun 1950.
PERSIJA kembali menunjukan taringnya sebagai perkumpulan JAKarta di dunia persepak bolaan di Indonesia kala itu.
PERSIJA mampu membuat VBO meleburkan diri kedalam PERSIJA, otomatis klub-klub yg bernaung di bawah VBO bergabung dan berkompetisi di PERSIJA.
Sebutan PERSIJA adalah Indonesia kala itu sangat kuat, dengan banyak pemain PERSIJA yg memperkuat tim Nasional Indonesia.
Nama-nama seperti Van der vin, Kris Ong, Tan Liong Houw (Tanoto), Kiat Kwe Sek, R. Pangemanan, Hong Sing atau Djamiat Dalhar adalah pemain-pemain andalan Indonesia.
Begitu pula di era 60an.
Di era 70an adalah masa emasnya PERSIJA, karna tim Nasional kala itu adalah PERSIJA.

Walau warna kebanggaan PERSIJA terdahulu merah dan sekarang berevolusi menjadi orens.
Semua itu tidak membuat saya berpaling untuk cinta terhadap tim sepak bola dalam negri yg lain.
Warna adalah identitas.
Jaya selalu PERSIJA ku.

Izin

3 bulan sebelum hari H #PERSIJA JAKarta vs persib para pengurus pusat telah memperjuangkan izin keamanan laga tersebut.
Bahkan jauh sebelum juventus vs ISL All Stars melakukan izin pertandingan mereka.
tetapi kenapa mereka telah mendapatkan izin, sedangkan kami (the JAKmania) terabaikan seperti ini.

Wahai para petinggi.
Mengapa selalu kami (the JAKmania) yg selalu sabar mengalah dengan keputusan sepihak dari anda.
Anpa anda selalu memikirkan diri sendiri seperti ini.
Hinga kalian selalu membuat kami (the JAKmania) geram dengan keputusan-keputusan kalian yg selalu sepihak seperti ini.

#KritikTheJAKMania