Rabu, 19 November 2014

Menuju Jakmania Satu

Di setiap akhir tahun, atau tepatnya di bulan Desember, organisasi suporter Persija The Jakmania selalu disibukan dengan beberapa agenda. Selain merayakan hari jadi, tahun 2014 ini ada juga pesta demokrasi yang berlangsung dalam kurun waktu dua tahun sekali.

Terhitung sejak bulan Oktober, tepatnya 13-19 telah berlangsung persiapan dan sosialisasi pendaftaran calon Ketua Umum The Jakmania. Selanjutnya dibuka sesi pendaftaran Calon Ketua Umum The Jakmania 20 Oktober – 2 November. Verifikasi persyaratan Calon Ketua Umum Terdaftar pun dijalankan 3-6 November.

Setelah melalui verifikasi, telah ditetapkan 6 Calon Ketua Umum The Jakmania pada tanggal 7 November. Dua minggu terakhir bulan November (10-22) bergulir masa sosialisasi ataupun masa kampanye yang dilakukan bergilir terhadap 5 Korda (Koordinator Daerah) wilayah dimana korwilnya berada.

Kemudian dilanjutkan dengan Muswil (Musyawarah Korwil) 24 November – 24 Desember yang dilakukan total 56 korwil untuk menentukan calon yang akan diusung dalam Musyawarah Besar yang rencananya akan dilangsungkan pertengahan Januari 2015.

JakOnline berhasil menghubungi 6 Calon Ketua Umum The Jakmania dan merangkum profil singkat, visi misi ketika nantinya terpilih menjadi orang nomor satu di The Jakmania. Berikut Profile Singkat dan Visi Misi Calon Ketua Umum The Jakmania 2014-2016 :

Nomor Urut 1 (Satu):

Nama    : Achmad Supriyanto
Panggilan : Richard Achmad
Tanggal Lahir : 08 Oktober 1980 (34 Tahun)
Tempat Lahir : Jakarta
Alamat : Jl. Cilandak KKO, Kp. Utan rt 11 rw 05 No.51 Ragunan Pasar Minggu Jakarta Selatan

Achmad Supriyanto yang biasa dipanggil Bang Richard kelahiran Jakarta, 08 Oktober 1980. Pria lulusan S2 Ilmu Komunikasi saat ini menjabat sebagai wakil ketua Jakmania periode 2012 – 2014. Kali ini Richard mencalonkan diri sebagai ketua Jakmania periode 2014 – 2016. Beberapa organisasi sudah di gelutinya. Sebelumnya Richard pernah menggeluti sebagai Wakil Ketua Umum The Jakmania, Sekertaris Jendral The Jakmania, Ketua Baditklatbang The Jakmania dan Ketua Korwil Jakampus UBK. Richard juga sudah menyiapkan beberapa Visi dan Misi jika dia terpilih sebagai Ketua Umum Jakmania periode 2014 – 2016.

Berikut Visi dan Misi Richard Achmad :

Visi:

Menjadikan organisasi Jakmania berkualitas dalam era industri sepakbola pada khususnya serta industri olahraga pada umumnya.

 

Misi:

Menciptakan sinergitas antara semuastackholder pendukung Persija untuk satu kesatuan.

Mengupayakan harmonisasi antara managemen Persija, Pemda DKI dan Jakmania.

Menyiapkan SDM di organisasi Jakmania agar siap guna.


Nomor Urut 2 (Dua):

Nama        : M. Larico Rangga Mone S. Sos
Panggilan    : Ayah Rico
Tanggal Lahir    :  28 Oktober 1978
Tempat Lahir     : Jakarta
Alamat        : Jakarta

Larico Rangga Mone yang biasa disapa Ayah Rico lahir 28 Oktober 1978. Pria asal Jakarta ini kembali mencalonkan diri sebagai ketua umum Jakmania. Ayah Rico sebelumnya sudah menjabat sebagai ketua umum Jakmania. Beberapa pengalaman organisasi diluar The Jakmania dimiliki pria yang berasal dari Korwil Kalimalang. Pada tahun 1997- 2000 mengikuti organisasi karang taruna RW, Larico juga pernah mengikuti Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) pada tahun 2002 – 2004. Selain itu beliau juga pernah menjabat sebagai unit kegitan mahasiswa Masjid Universitas Ibnu Khaldun Jakarta 2002 – 2004. Pria 36 tahun ini aktif di kampus sebagai BEM Kampus Universitas Ibnu Khaldun Jakarta 2004. Beliau juga pernah mengikuti sebagai Kahmi kops alumini HMI cabang Jakarta. Dalam pengurusan Jakmania dia juga aktif dalam organisasi suporter pecinta Persija Jakarta. Pada tahun 2000 – 2003 di bidang Kesekretariatan The Jakmania . Pada tahun 2003 – 2007 beliau menjabat sebagai Ketua 1. Jakmania bidang organisasi. Dia juga pernah menjabat sebagai Ketua Harian Jakmania pada2007- 2009/10. Sebelumnya dia menjabat sebagai Ketua Umum Jakmania pada periode 2010 -2012 dan 2012-20014 .

Berikut Visi dan Misi Ayah Rico :

Visi:

Meningkatkan kerja sama atau kebersamaan antara pengurus Jakmania dalam mengembangkan virus oren ke seluruh penjuru negeri serta menanamkan semangat akan loyalitas terhadap tim kebanggaan Persija Jakarta

Misi :

Membangun citra positif di hati masyarakat akan keberadaan Jakmania, Mengunjungi anggota atau simpatisan Jakmania di daerah, Perlu di bentuknya perwakilan oren outsider yang di akui organisasi,  Menghasilkan kader kader Jakmania yang berguna di masyarakat, Meningkatkan kesadaraan saat menonton akan tata cara nonton yang baik dan aman, Kita ada dan satu Jakarta karena Persija, Kau dan aku satu karena Persija,  Aku kau kalian dan kita semua untuk Persija.

 

 


Nomor Urut 3 (Tiga):

Nama        : Muhamad Ramdani, ST
Panggilan    : Abah Ram
Tanggal Lahir    :  07 September 1976
Tempat Lahir     : Jakarta

Muhamad Ramdani yang biasa disapa Abah Ram ini lahir pada 07 September 1976. Pria kelahiran Jakarta ini berasal dari Korwil Cipinang. Tahun ini Abah Ram mencalonkan dirinya sebagai ketua Jakmania periode 2014 – 2016. Pria lulusan Teknik Informatika juga memiliki pengalaman dalam berorganisasi. Beberapa organisasi sudah di gelutinya. Abah berorganisasi dalam pengurusan The Jakmania pada tahun 2002 – 2004 sebagai Litbang pada 2004 – 2006 (Korlap) dan 2006-2008 menjabat Kabid Korlap.

Berikut Visi dan Misi Abah :

Visi dan Misi :

“Buat Jakarta Bangga dengan Jakmania nya” Jadikan Jakmania sebagai alat memperkenalkan atau mempromosikan Persija ke semua kalangan di Jakarta.


Nomor Urut 4 (Empat):

Nama        : Irlan
Panggilan    : Abi Irlan
Tanggal Lahir    : 4 Februari 1974
Tempat Lahir     : Jakarta
Alamat        : Jalan Cabe 3, No.34 RT 01. RW.07

Irlan yang biasa di sapa Abi Irlan kelahiran Jakarta 4 Febuari 1974 menjabat sebagai korwil Garis Keras. Pria yang akan mencalonkan sebagai ketua Jakmania tahun ini siap menjabat sebagai orang nomor satu di Jakmania. Bang Irlan tercatat sebagai lulusan mahasiswa IAIN jurusan Tarbiyah Bahasa Arab. Pengalaman sendiri Bang Irlan aktif pada 2002- 2014. Beliau juga pernah sebagai ketua dan Sekum The Jakmania era kepemimpinan Bung Ferry .

Berikut Visi dan Misi Abi Irlan :

Visi dan Misi :

Mengembalikan The Jakmania sebagai organisasi suporter, caranya dengan melakukan pembenahan internal pengurus. Melakukan seleksi pengurus yang benar-benar berjiwa suporter. Upgrading dan Training sebelum masuk sebagai pengurus The Jakmania


Nomor Urut 5 (Lima):

Nama        : Agus Prasetyo
Panggilan    : Joey Roy
Tanggal Lahir    : 30 Maret 1980
Tempat Lahir     : Jakarta
Alamat        : Pondok Cabe Ilir Tangerang Selatan

Agus Prasetyo yang biasa disapa Joey Roy kelahiran Jakarta, 30 Maret 1980. Periode 2014 -2016 mencalonkan sebagai ketua umum Jakmania. Beberapa catatan pengalaman sudah didapat Bang Joy begitu biasa disapa dalam berorganisasi. Joy pernah menjabat sebagai Wakil Kabid Korlap pada tahun 2008 – 2012. Saat ini Bang Joy menjabat sebagai korwil Lebak Bulus sejak 2008 sampai 2014.

Berikut Visi Misi Joey Roey :

Visi:

Membangun Jakmania kedepannya menjadi lebih baik di mata masarakat Jakarta khususnya. Melakukan perubahan untuk Jakmania di masa yang akan datang agar semakin baik.


Nomor Urut 6 (Enam):

Nama        : Rachmat Beckharian
Panggilan    : Lukha
Tanggal Lahir    : 1 Januari 1970
Tempat Lahir     : Jakarta
Alamat        : Petukangan Utara, Jakarta Selatan

Rachmat Beckharian atau yang kerap disapa Lukha, lahir di Jakarta tgl 1 Januari 1970. Bertempat tinggal di Petukangan Utara, Jakarta Selatan. Bang Lukha sapaan akrabnya kali ini mencalonkan diri sebagai ketua Jakmania Periode 2014 – 2016. Beberapa torehan didapatnya dalam kegiatan berorganisasi. Pada tahun 2003 – 2008 Lukha menjabat sebagai anggota Korlap dan di tahun selanjutnya menjabat sebagai Kabid Korlap pada tahun 2008 – 2010. Dalam organisasi diluar Jakmania dia terjun didalam Kepemudaan Karang Taruna Cilandak pada tahun 2008 – 2010.

Berikut Visi dan Misi Rachmat Beckharian (Lukha)

Visi:

Menghidupkan atau Melibatkan peran aktif rekan-rekan The Jakmania yg berada di daerah untuk berperan serta di dlm induk organisasi

Misi:

Menegakkan kembali kedisiplinan kepada rekan- rekan pengurus untuk tegakkan aturan- aturan yang sudah dibuat.

Meregenerasi atau Menyiapkan calon-calon untuk jangka panjang.

Merangkul dan menyatukan kembali anggota, simpatisan, komunitas untuk tetap selalu berada di Pengurus Pusat The Jakmania untuk satu tujuan mendukung Persija


7 Pemain Yang Di Pertahankan Oleh PERSIJA

Persija Jakarta secara resmi mengumumkan beberapa pemain yang akan tetap memakai kostum Macan Kemayoran pada musim Indonesia Super League 2015 mendatang.

7 pemain yang tetap dipertahankan adalah:

1. Andritany Ardhiyasa

2. Dani Saputra

3. Fabiano Beltrame

4. Ismed Sofyan

5. I Gusti Ngurah Nanak

6. Amarzukih

7. Ramdani Lestaluhu

“Tujuh pemain ini dipastikan tetap masuk skuad Persija musim depan. Dari pembicaraan dengan calon pelatih, ketujuh pemain ini memang masuk ke dalam skema,” ujar presiden klub Ferry Paulus.

Di samping itu, Persija Jakarta masih akan diperkuat dengan beberapa pemain muda yang sejak musim lalu sampai saat ini masih terikat kontrak antara 1 tahun sampai dengan 3 tahun. Pemain tersebut diantaranya Adixi Lenzivio, Daryono, Gilbert Dwaramury, Delton Stevano, Rudi Setiawan dan Abduh Lestaluhu. Beberapa pemain ini juga memperkuat Persija U21 dan ada yang berstatus pinjaman ke klub lain.

Senin, 29 September 2014

Perombakan Besar Dalam Kubu PERSIJA

Jakarta - Manajemen Persija Jakarta menganggarkan sekitar Rp35 miliar untuk mengarungi kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim 2015. Format kompetisi yang dikembalikan menjadi satu wilayah dengan 20 tim, menjadi salah satu penyebab membengkaknya anggara dana tersebut.

"Kompetisi musim depan akan diikuti 20 tim dan memakai sistem kompetisi penuh. Itu membuat kami harus menyiapkan dana yang tidak sedikit yakni mencapai 35 miliar rupiah," kata Wakil Presiden Persija, Asher Siregar kemarin.

 

Persija total akan menjalani 19 laga tandang dari 28 laga yang dilakoni. Jumlah laga tandang lebih banyak dari musim 2014, di mana Persija sebelumnya menyambangi 10 tim. Sedangkan di laga tandang pada musim 2015 ini kemungkinan tak akan mengenal jarak, berbeda dengan sebelumnya. Musim lalu terjauh hanya ke Banjarmasin untuk menghadapi Barito Putera.

 

Belum lagi lanjut Asher, biaya untuk pengamanan selama semusim, manajemen Persija memperkirakan harus mengeluarkan sekitar 3,8 miliar rupiah."Semakin banyak partai home semakin banyak pula biaya yang harus dikeluarkan. Kecuali kita bisa meraup keuntungan," jelasnya.

 

Menyadari dana yang dianggarkan cukup besar, mau tidak mau manajemen harus mencuri star dan lebih cepat dalam mencari sponsor. "Sejak Persija tidak lolos ke babak delapan besar. Manajemen sudah mulai siap-siap mencari sponsor baru," ulasnya.

 

Beruntung Persija memiliki dukungan suporter yang lebih besar sehingga bisa dijadikan alat tawar untuk sponsor yang akan mendukung Persija."Mudah-mudahan dengan adanya dukungan suporter sponsor lebih tertarik mensponsori Persija," paparnya.

 

Sementara itu tentang pemain-pemain yang dipertahankan manajemen antara lain merekomendasikan  dua nama yakni Kiper Andritany Ardhiyasa dan gelandang Ramdani Lestaluhu.

 

"Saya pikir, kedua pemain itu masih akan bertahan. Keduanya merupakan pemain yang sudah bersama Persija sejak masih muda. Kami akan segera melakukan langkah-langkah setelah Asian Games," pungkas Asher Siregar.

 

Manajemen Persija sendiri hanya akan mempertahankan 25 persen pemain dari skuat musim 2014. Keputusan akhir keluar masuknya pemain kemungkinan jelas Oktober 2014 atau setelah Persija memiliki pelatih baru.

Rabu, 10 September 2014

Pengalaman Bambang Pamungkas saat membawa Obor Olimpiade 2012 lalu di Inggris


Saat menulis menulis artikel ini, saya tengah berada di dalam pesawat Emirates Airlines dengan nomor penerbangan EK 0010 yang akan membawa saya dari Gatwick, London, menuju Dubai. Saat ini saya tengah dalam perjalanan pulang, dari rangkaian acara pawai obor api Olimpiade London 2012, di Manchester, Inggris.

 

Di kursi sebelah, manajer saya, Muly Munial, tengah tertidur dengan sangat khusyuknya. Waktu di jam tangan saya menunjukkan pukul 01:37 pagi, dan kondisi penerangan di kabin pesawat ini pun sudah mulai digelapkan. Namun demikian masih telihat beberapa penumpang yang masih terjaga, dan tengah asik menikmati layanan hiburan yang disediakan oleh maskapai ini.

 

Seperti yang sering kali saya sampaikan, saya memiliki masalah susah tidur jika berada dalam perjalanan panjang menggunakan pesawat udara. Biasanya saya akan menghabiskan waktu dengan menonton film, atau menulis. Sayangnya hampir semua film yang ada dalam penerbangan ini, sudah pernah saya tonton sebelumnya. Maka menulis adalah pilihan terbaik untuk saat ini, setidaknya sampai rasa kantuk datang menghampiri.

 

Ditemani lagu-lagu dari album Mylo Cyloto milik grup band asal Inggris, Coldplay, saya pun mulai merangkai kata untuk artikel ini. Apa yang ingin saya tulis adalah pengalaman saat berlari membawa obor api Olimpiade, yang baru saja saya jalani.

 

Samsung Olympic Torc Relay, adalah sebuah event pawai obor api Olimpiade yang diprakarsai oleh Samsung Electronics sebagai sponsor utama. Saya sendiri hadir di sana, menjadi salah satu dari 8.000 orang dari seluruh dunia yang mendapat kehormatan untuk berlari membawa obor Olimpiade mengelilingi Ingris Raya.

 

Obor olimpiade sendiri melambangkan sebuah persahabatan, persatuan dan juga perdamaian. Oleh karena itu, dalam seluruh rangkaian acara pawai obor ini dilakukan dengan penuh semangat dan suka cita.

 

Semua orang yang terlibat dalam event ini mulai dari panitia, para pelari, sukarelawan, hingga masyarakat yang memenuhi bahu jalan sepanjang rute pawai obor ini, terlihat begitu gembira dan penuh rasa bangga. Sejalan dengan tagline dari pawai obor api Olimpiade London 2012 itu sendiri, yaitu Moment to Shine.

 

Api Olimpiade London 2012 dinyalakan untuk pertama kali di reruntuhan Kuil Hera. Di situs Olympia kuno, Yunani, pada 10 Mei 2012. Api diambil dari tempat yang dibangun untuk memperingati, pencurian api dari dewa Yunani Zeus oleh Prometeus, yang berasal dari Yunani kuno.

 

Obor api Olimpiade sendiri tiba di pangkalan angkatan udara Inggris Culdrose, Cornwall, dengan pesawat khusus dari Athena, pada 18 Mei 2012. Setelah sebelumnya diarak selama delapan hari, di negeri para dewa tersebut. Setelah itu akan kembali diarak selama 70 hari ke depan, mengelilingi daratan Inggris Raya.

 

Selain 8.000 pelari, arak-arakan obor api Olimpiade ini juga akan melibatkan konvoi kerdaraan. Beberapa di antaranya adalah perahu cepat, kapal, sepeda, motor, trem, dan juga kereta api. Pawai ini akan melewati seribu perkotaan dan pedesaan di Inggris, dengan total rute sepanjang 12.875 kilo meter.

 

Atlet layar Inggris Sir Ben Ainslie peraih medali emas Olimpiade selama tiga kali, menjadi pelari pertama yang mengawali pawai obor api Olimpiade London 2012 ini. Samsung Olympic Torch Relay sendiri akan berakhir di hari pembukaan pada 27 Juli 2012 di Olympic Stadium, London.

 

Beberapa nama terkenal lain di dunia yang terlibat dalam pawai ini di antaranya adalah Lewis Hamilton (pebalap F1), Sir Bobby Charlton (sepak bola), Will.I.Am (penyanyi), Paul Collingwood (kriket), Lee Seung Gi (aktor), Fauja Singh (pelari marathon tertua yakni 101 tahun), Sir Steve Redgrave (dayung), Amitabh Bachchan (aktor), Didier Drogba (sepak bola), Jamie Oliver (chef), Rupert Grint (aktor), John Legend (penyanyi), David Beckham (sepak bola), dan masih banyak lagi.

 

Perwakilan dari Indonesia sendiri terdiri dari Stephanie Handojo penyandang tunagrahita peraih medali emas Special Olympics, Sandiaga Uno mewakili kalangan pengusaha, dan penggagas kegiatan sosial Berlari Untuk Berbagi, Wanda Hamidah dari kalangan politisi, sekaligus pendiri yayasan sosial Jakarta Bergerak, Ika Trifisusanti dari kalangan mahasiswa, yang juga aktivis perlindungan kaum perempuan, serta saya sendiri Bambang Pamungkas.

 

Saya mendapat kehormatan tersebut mewakili profesi atlet di Indonesia, khususnya sepak bola. Selain itu keterlibatan saya dalam beberapa kegiatan sosial, seperti dengan Yayasan Syair Untuk Sahabat (HIV/AIDS anak), Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia (Kanker anak), dan sebagai sahabat GNOTA (Orang Tua Asuh) juga menjadi salah satu pertimbangannya.

 

Saya berlari pada hari Minggu, 26 Juni 2012, atau di hari ke-37 sejak "Samsung Olympic Torch Relay" dimulai. Menggunakan nomor urut peserta 0861, saya berlari pada jam 12:28 waktu setempat melistasi Brighouse, West Yorkshire, Manchester. Rute pada hari ke-37 tersebut berawal dari Salford, dan berakhir di Leeds.

 

Rombongan kendaraan yang mengiringi proses pelaksanaan Samsung Olympic Torch Relay sendiri cukup panjang. Setidaknya terdapat iring-iringan 10 mobil secara bersamaan. Empat buah kendaraan akan berjalan di depan pelari yaitu mobil keamanan pembuka jalan. Bus pengangkut para pembawa obor yang belum berlari. Bus dengan atap terbuka yang berisi para cheerleaders. Serta mobil dokumentasi dari stasion televisi BBC.

 

Di belakang pembawa obor yang tengah berlari, terdapat enam mobil lagi. Terdiri dari satu lagi mobil keamanan, sebuah bus yang memuat para tamu undangan, satu lagi bus dengan atap terbuka yang berisi cheerleaders, sebuah bus yang akan mengangkut pembawa obor setelah selesai berlari, mobil kesehatan, dan diakhiri dengan satu lagi mobil pengamanan.

 

Hal yang unik saat pembawa obor berlari. Melalui pengeras suara, seorang MC yang berada di mobil dokumentasi BBC, akan memperkenalkan orang yang tengah berlari kepada masyarakat yang memenuhi bahu jalan. Ia akan menceritakan secara singkat siapa dan berasal dari mana pelari yang tengah membawa obor tersebut.

 

Hal tersebut membuat masyarakat akan mengenal siapa, berasal dari mana, dan latar belakang si pelari. Selama proses berlari, masyarakat yang antusias tersebut akan berteriak menyemangati dengan menyebut nama, serta asal negara si pelari.

 

Saat saya tengah berlari membawa obor, MC tersebut mendiskripsikan diri saya dengan sebagai berikut:

 

"Di Indonesia orang yang sedang berlari ini adalah legenda sepak bola Indonesia. Bambang Pamungkas atau "Bepe" bermain untuk Persija Jakarta, dan tim nasional Indonesia. Kami diberitahu jika sundulannya hebat, tapi untuk tugas sekarang ini hanya membutuhkan tangan dan kaki Bambang.”

 

Saat saya berlari, Mas Muly turut berlari di sisi jalan di depan saya. Ia berlari sambil mencoba mengabadikan momen saya berlari, dengan kamera handphone. Menjadi lucu, mengingat jalan yang saya lewati saat membawa obor agak sedikit menanjak. Hal tersebut membuat ia kewalahan, dan terengah-engah karena harus mengimbangi kecepatan lari rombongan pembawa obor hahahaha.

 

Menjadi salah satu dari delapan ribu orang yang terpilih dari seluruh dunia, untuk membawa lari obor api Olimpiade, sudah pasti menjadi sesuatu yang sangat membanggakan. Apalagi dapat berkumpul dan bertukar wawasan dengan sosok-sosok inspirasional dari berbagai macam profesi dari seluruh dunia, sungguh menjadi momen yang sangat berharga dalam hidup saya.

 

Belum lagi melihat bagaimana panitia menjalankan susunan acara demi acara dalam pawai ini. Sangat luar biasa, sangat terorganisis, tepat waktu, serta begitu rapi. Bagaimana rasa persahabatan, persatuan, dan perdamaian yang menjadi semangat Olimpiade, diejawantahkan dengan begitu baik dalam acara ini.

 

Begitulah bagaimana seharusnya olahraga memainkan sebuah peranan dalam kehidupan sosial umat manusia. Sebagai media untuk menjalin persahabatan, serta alat pemersatu, sehingga semangat perdamaian dapat menjalar ke seantero penjuru bumi.

Senin, 08 September 2014

Lagi-lagi Keadilan Tidak Bersama Kami

Sudah jatuh, tertimpa tangga pula. Kalimat itu mungkin pantas disematkan kepada Persija Jakarta. Selain tidak lolos ke delapan besar, tim berjulukan Macan Kemayoran itu kembali terancam sanksi dari Komisi Disiplin PSSI.

Ancaman sanksi denda dan larangan menggelar tanpa penonton menghampiri Persija. Sanksi ini kemungkinan terjadi akibat pelanggaran yang dilakukan The Jakmania, suporter Persija, pada laga pamungkas kontra Barito Putera di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (5/9/2014).

Menurut informasi yang dihimpun Harian Super Ball, suporter tim Ibukota itu menyalakan flare (asap suar), petasan, serta pelemparan botol saat pertandingan berlangsung.

Manajer Kompetisi PT Liga Indonesia Darwis Satmoko mengaku akan mempelajari laporan dari pengawas pertandingan beserta bukti-bukti pendukung. Jika terjadi pelanggaran, maka laporan akan diteruskan ke Komdis PSSI.

"Secara umum, kami akan menindak pelanggaran yang terjadi di lapangan, termasuk yang disebabkan suporter. Dalam kasus Persija, kami akan melanjutkan laporan dari pengawas pertandingan. PT Liga tidak akan tebang pilih," tegas Darwis kepada Harian Super Ball, kemarin.

Sebelumnya, Persija diganjar sanksi denda Rp75 juta akibat aksi penggunaan asap suar dan petasan di tengah pertandingan. Sanksi naik 25 juta dari ketentuan Rp 50 juta karena mengulangi pelanggaran yang pernah dilakukan saat menjamu Semen Padang, Februari lalu.

Jika suporter Persija kembali berulah, Komdis PSSI mengancam akan memberikan hukuman larangan tanpa penonton sebanyak satu kali di kandang. "Kami hanya melaporakan kejadian di lapangan. Soal sanksi kami serahkan kepada Komdis PSSI," ujar Darwis.

Tulisan Bepe20

Sore hari sepulang melakukan kegiatan untuk sebuah produk bersama Firman Utina, Andik Vermansah, dan Ahmad Bustomi saya menyempatkan diri untuk menikmati secangkir kopi hitam di teras belakang rumah. 

Mengapa kopi, dan bukan teh seperti biasanya? ialah kesibukan saya sejak pagi hari yang lumayan padat dan melelahkan, sehingga membuat saya merasa butuh sesuatu yang lebih kuat dari hanya sekedar teh panas tanpa gula.

Kemarin (5 September 2014) di pertandingan terakhir penyisihan group wilayah barat, Pelita Bandung Raya berhasil mengandas perlawanan tuan rumah Persita Tangerang, dengan skor 3:1 di Stadion Singaperbangsa Karawang.

Kemenangan tersebut membuat PBR naik ke peringkat 4, sekaligus mengunci satu tiket ke 8 besar dengan menggeser Persija Jakarta, yang pada akhirnya harus puas mengakhiri kompetisi musim ini di peringkat ke 5 wilayah barat.

Setelah pertandingan banyak sekali pertanyaan yang ditujukan kepada saya. Pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan keberhasilan PBR lolos ke 8 besar, dan juga kegagalan Persija Jakarta untuk melaju ke babak berikutnya.

Dibawah ini saya ingin menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, dan coba merangkumnya menjadi sebuah interview. Semoga apa yang tersaji dibawah ini dapat mewakili, dan menjawab semua pertanyaan yang rekan-rekan tujukan kepada saya.

 

1. Selamat akhirnya Pelita Bandung Raya lolos ke babak 8 besar.

# Alhamdulillah. Terima kasih.

2. Banyak pihak terkejut dengan lolosnya Pelita Bandung Raya, bisa diceritakan bagaimana perjalanannya hingga akhirnya bisa ke babak selanjutnya?

# Bagi kebanyakan orang mungkin ini kejutan, tapi bagi kami saya pikir tidak, karena kami tahu betul kapasitas kami, dan apa yang mampu kami capai sebagai sebuah tim.

PBR adalah tim baru yang sebagian besar diisi para pemain muda. Kami selalu memposisikan diri sebagai underdog, setiap pertandingan adalah besar, hal tersebut membuat kami selalu dapat bermain lepas, dan mengeluarkan kemampuan terbaik.

3. Start musim yang kurang mulus dari seorang Bepe, tapi setelah membuat gol di GBK ke gawang Persija, Anda melaju dengan gol-gol lainnya. Punya alasannya?

# Di awal musim saya memiliki masalah dengan kebugaran. Tidak dapat dimungkiri, sempat istirahat selama satu musim membuat kondisi saya tidak fit dan rawan cedera. Butuh kerja sangat keras untuk kembali ke level yang seharusnya.

4. Dari sembilan gol yang Anda cetak di penyisihan wilayah barat, tiga diantaranya merobek gawang Andritany (Persija). Apa artinya bagi Anda?

# Bambang Pamungkas adalah seorang pemain yang hidup dari mencetak gol. Dan akan terus berusaha sekuat tenaga untuk melakukannya. Di tim manapun ia bermain, dan melawan siapapun.

Jika gol itu bersarang ke tim yang telah membesarkan nama saya, maka hal itu hanya wujud dari sebuah loyalitas dan totalitas saya terhadap profesi saya. Tidak lebih dan tidak kurang.

5. Persija, tim yang pernah Anda bela belasan tahun dan selalu ada di hati Anda, kini telah tersisih. Secara langsung atau tidak, gol-gol Anda membuat Persija tersingkir. Komentar Anda?

# Keluarnya Persija Jakarta dari jajaran klub papan atas musim ini jelas sangat menyakitkan. Hal tersebut tentu meninggalkan luka mendalam bagi Persija Jakarta dan The Jakmania. Dan untuk itu saya turut ber-empati.

Namun jika gol-gol saya bagi Pelita Bandung Raya dianggap menjadi faktor penyebab tersingkirnya mereka, maka saya pikir penilaian tersebut salah kaprah.

6. Faktanya tidak sedikit pendukung Persija Jakarta yang berpikir jika Anda adalah aktor utama yang telah menyingkirkan Persija Jakarta, dan oleh karena itu mereka menganggap Anda sebagai penghianat. Tanggapan Anda?

# Begini, saya adalah pemain Pelita Bandung Raya. Memberikan kemampuan terbaik saya kepada klub adalah kewajiban saya. Dan apapun hasil yang diperoleh Pelita Bandung Raya adalah menjadi tanggung jawab seluruh komponen di dalam tim, termasuk juga saya.

Seharusnya demikian juga dengan Persija Jakarta, hasil yang mereka raih menjadi tanggung jawab seluruh komponen didalam tim. Kesalahan terbesar mereka adalah terlalu banyak membuang poin di kandang, terutama di tiga laga home terakhir.

Namun pada akhirnya, sudut pandang pemain dan suporter dalam beberapa hal memang berbeda.

7. Artinya?

# Artinya, koreksi itu sebaiknya dilakukan kedalam, bukan keluar. Karena mereka yang terbiasa menyalahkan keadaan atau orang lain, tidak akan pernah belajar.

8. Anda rela vakum 1 musim dari kompetisi karena memperjuangkan sebuah kebenaran yang Anda yakini. Sekarang Anda telah kembali dengan seragam tim berbeda dan langsung lolos putaran final. Apakah Anda ingin katakan ini buah dari pengorbanan atau pembuktian dari kebenaran itu?

# Tidak juga dapat dikatakan demikian, perjuangan saya diluar dan didalam lapangan adalah dua hal yang berbeda. Diluar saya berjuang atas nama seluruh pemain profesional di Indonesia. Sedang di dalam saya berjuang untuk diri sendiri, orang-orang yang saya cintai, dan klub yang saya bela. Jadi saya pikir esensi dan tujuannya berbeda.

Namun saya tidak memungkiri jika dalam hidup tidak ada pengorbanan yang sia-sia, demikian sejarah selalu mencatatnya.

9. Pesan apa yang ingin Anda bagi kepada publik tentang surut-pasang seorang Bepe dalam kurun 2 thn terakhir?

# Saya persilakan kepada masyarakat untuk menilai sendiri, dan saya akan menerimanya dengan lapang dada, apapun itu. Toh pada akhirnya saya tetap memegang prinsip saya, bahwa siapapun berhak untuk menilai diri saya, namun mereka tidak berhak untuk mengatur jalan hidup saya.

10. Anda sukses mengantar PBR ke 8 Besar. Pernah terbayangkan sebelumnya?

# Saya adalah pribadi yang selalu berusaha untuk berpikir positif, percaya diri, dan optimis. Musim ini Pelita Bandung Raya dibangun diatas pondasi yang kuat, dan benar. Kali pertama menginjakkan kaki di Pusdikajen Lembang (Markas PBR), saya percaya bahwa tim ini akan memberikan warna tersendiri di persepakbolaan Indonesia musim ini. Dan itu dibuktikan dengan lolos ke 8 besar.

11. Selanjutnya bagaimana peluang di 8 Besar?

# Tim ini diisi dengan begitu banyak pemain muda, pemain-pemain yang memiliki motivasi tinggi, mau bekerja keras, serta yang paling penting adalah keinginan untuk terus belajar.

Semangat tersebut membuat mereka selalu lepas dalam bermain dan tidak gentar melawan siapapun. Mengenai hasil, kita lihat saja nanti. Satu yang pasti, setiap partai di babak 8 besar akan menjadi pembelajaran yang sangat berharga bagi masa depan karir mereka.

12. Anda selalu memakai ban kapten berwarna oranye, meski Anda sudah tak lagi bersama Persija. Apa maksudnya?

# Semua orang tahu jika jiwa saya berwarna oranye, berjibaku mengenakan ornamen berwarna orange (walau hanya sedikit) selalu mampu menaikkan adrenalin saya.

Namun hal tersebut tidak serta-merta membuat saya akan bermain setengah hati ketika harus berhadapan dengan Persija Jakarta. Apa yang tersaji dalam dua pertemuan kami musim ini dapat menjadi bukti, jika saya adalah pribadi yang selalu mengedepankan kewajiban dan tanggung jawab, diatas rasa cinta.

13. Jujur, apakah Anda masih punya keinginan kembali ke Persija suatu saat nanti?

# Persija Jakarta adalah keluarga saya, kembali ke rumah akan selalu menjadi suatu hal yang menyenangkan. Dan apakah suatu saat nanti saya akan kembali kesana? Biarkan waktu yang menjawab.

Di Mana Keadilan Untuk Kami?

Pemain senior Persija Jakarta Ismed Sofyan kecewa dengan sanksi Komisi Disiplin PSSI. Larangan tampil bermain ditambah denda administrasi tidak sebanding dengan minimnya hukuman yang diberikan kepada Cristian Gonzales.

Kasus Ismed memang tidak ada hubungannya dengan striker Arema Indonesia, Cristian Gonzales. Keduanya terlibat kasus kedisplinan di lokasi yang berbeda.

Ismed dilarang satu kali pertandingan ditambah denda sebesar Rp. 25 juta akibat menginjak kaki pemain Pelita Bandung Raya, Dias Angga Putera, kamis (14/8/2014).

Sementara Gonzales, yang kedapatan memukul pemain Sriwijaya FC Abdoulaye Maiga saat bentrok dengan Arema, Minggu (28/8), tidak mendapatkan sanksi tambahan. Pemain asal Uruguay itu hanya mendapatkan kartu merah oleh wasit tanpa sanksi tambahan dari Komdis PSSI.

Keputusan tersebut dinilai Ismed sebagai tindakan pilih kasih. Sebab, baik kasusnya maupun Gonzales memiliki substansi yang sama. Yakni, melakukan tindakan tidak terpuji yang dilakukan terhadap pemain lain.

"Saya kecewa dengan Komdis PSSI. Dalam kasus saya tidak ada pemanggilan lebih dulu, hanya ada keputusan sepihak tanpa banding. Sementara Gonzales terbukti memukul pemain lain, dipanggil dulu tapi tidak disanksi sama sekali. Jadi ada apa ini coba?" ungkap Ismed Sofyan.

Ismed meminta Komdis PSSI lebih bijak dalam mengambil keputusan. Apalagi sanksi yang diberikan badan hukum federasi sepak bola
Indonesia itu cenderung merugikan Persija.

"Saya mencari keadilan bukan bicara siapa yang bersalah. Kalau mereka bijaksana, seharusnya memanggil saya juga. Lihat rekaman pertandingan. Mari kita lihat di mana kesalahan saya," tegas pemain 36 tahun itu.